Makalah System Ekonomi Indonesia
PENGARUH
BANTUAN LUAR NEGERI TERHADAPPEMBANGUNAN DI INDONESIA
Disusun Oleh :
Juprianto
Npm : 14-012-111-00
Jurusan : Ilmu
Komunikasi
Dosen : Drs. M.Silalahi, MM

FAKULTAS FISIP
UNIVERSITAS
DARmA AGUNG
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa , Karena rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan
dan dapat menyusun makalah tentang “ Pengaruh Bantuan Luar negeri Terhadap
Pebangunan Indonesia ”. Guna memenuhi tugas mata kuliah system ekonomi
indonesia
Pada kesempatan ini penulis
ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
menyelesaikan penyusunan maklah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah
ini masih belum sempurna. Oleh karen itu, penulis mengharapkan saran dan kritik
membangun yangg dtunjukan demi kesempurnan makalah ini. semoga makalah ini bisa
bermanfaat bagi semua pihak.
Medan , Mei 2015
juprianto
DAFTAR ISI
BAB
I Pendahuluan
·
Latar
Belakang Masalah
BAB
II Permasalahan
·
Pengaruh
bantuan luar negeri
·
Pengertian
system ekonomi sosialis
·
Sistem
Ekonomi sosialis
·
Perbedaan
sosialisme dan kommunisme menurut marx
·
Prinsip
dasar system ekonomi sosialis
·
Kelebihan
dan Kekurangan Sistem Ekonomi Sosialis
·
Sistem skonomi komunisme
·
Kelebihan
sistem ekonomi sosialis/komunis
·
System
ekonomi demokrasi/pancasila
·
Ciri-ciri system ekonomi pancasila
BAB
III KESIMPULAN
BAB
III DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Kondisi
ekonomi dan politik Indonesia mengalami kondisi yang tidak stabil pada periode
1950 – 1965, kondisi ini disebabkan karena kebijaksanaan pemerintah lebih
difokuskan kepada politik dalam negeri dan masalah militer, maka dari itu
sangat kecil perhatian dan sumber daya yang dicurahkan untuk pembangunan
ekonomi.
Kesulitan
anggaran membuat inflasi menjadi masalah utama, ditambah kesulitan dalam sistem
nilai tukar yang dapat mengurangi keuntungan sektor perdagangan, menyebabkan
penyusutan. Sementara pemberontakan terjadi di Sumatera dan Sulawesi pada tahun
1958 yang menyebabkan anggaran untuk militer membengkak, padahal penerimaan
ekspor dari dua pulau tersebut yang merupakan sumber daya penting menurun.
Monetisasi
anggaran defisit menaikkan rata – rata inflasi dari 17% menjadi 25% di tahun
1950 – 1957. Pada periode selanjutnya kenaikan inflasi semakin tinggi tiap minggunya
dan mencapai 65% tahun 1966. Pendapatan masyarakat rata – rata perkapita hanya
US $80 dan hutang luar negeri yang harus dibayar berjumlah US $2,2
Miliar.
Untuk
mengatasi kesulitan tersebut maka pada tahun 1966 pemerintah Indonesia telah
mengambil kebijaksanaan untuk mengadakan konsolidasi, rehabilitasi, dan
stabilisasi serta memutuskan untuk mengadakan pendekatan ke luar negeri dengan
maksud :
1.
Mengadakan
penjadwalan kembali hutang – hutang lama.
2.
Mengusahakan
bantuan – bantuan keuangan yang baru dari luar negeri untuk mendukung neraca
pembayaran Indonesia.
3.
Berusaha menarik
penanaman modal asing ke Indonesia.
Sebagai
wujud dari reaksi liberalism maka muncul pemikiran-pemikiran baru yang disebut
sosialisme. Sosialisme muncul di akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 sebagai
reaksi dari perubahan ekonomi dan sosial yang diakibatkan oleh revolusi
industri. Revolusi industri ini memang memberikan keberkahan buat para pemilik
pabrik pada saat itu, tetapi di lain pihak para pekerja justru malah semakin
miskin. Semakin menyebar ide sistem industri kapitalis ini, maka reaksi dalam
bentuk pemikiran-pemikiran sosialis pun semakin meningkat.
Diantara
sekian banyak pakar sosialis, pandangan Karl heindrich marx ( 1818-1883)
dianggap paling berpengaruh. Dari segi teoritis, banyak pakar dan pemikir
ekonomi yang mengakui bahwa argumentasi Marx sangat dalam dan luas.
Teori-teorinya tidak hanya didasarkan atas pandangan ekonomi saja, tetapi juga
melibatkan moral, etika, social, politik, sejarah, falsafah dan sebagainya.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
PENGARUH BANTUAN LUAR NEGERI
Masalah
mengenai dampak-dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh bantuan luar negeri,
terutama bantuan resmi, seperti halnya dampak investasi asing swasta, masih
ramai di perdebatkan. Di satu pihak, yaitu para ekonom tradisional,
mengemukakan bahwa bantuan luar negeri telah membuktikan manfaatnya dengan
mendorong pertumbuhan dan transformasi struktural di banyak negara berkembang.
Namun, pihak lain berpendapat bahwa dalam kenyataannya bantuan luar negeri
tersebut sama sekali tidak mendorong pertumbuhan hingga menjadi lebih cepat,
tetapi justru memperlambat pertumbuhan sehubungan dengan adanya
substitusi terhadap investasi dan tabungan dalam negeri dan membesarnya devisit
neraca pembayaran negara-negara berkembang, yang semuanya itu merupakan akibat
dari meningkatnya kewajiban negara-negara berkembang untuk membayar utang,
serta sering dikaitkannya bantuan tersebut dengan keharusan menampung produk
ekspor negara-negara donor.
Bantuan resmi juga dikritik karena dalam prakteknya terlalu menitikberatkan
pada pertumbuhan sektor modern, yang pada akhirnya memperlebar kesenjangan
standar hidup antara si kaya dan si miskin di negara-negara berkembang.
Belakangan ini muncul kecaman baru yang menuding bahwa tujuan atau fungsi
bantuan luar negeri praktis telah gagal, karena bantuan ini hanya mendorong
tumbuhnya kaum birokrat yang korup, mematikan inisiatif masyarakat, serta
menciptakan mentalitas pengemis bagi negara-negara penerimanya.
Terlepas dari kritik-kritik tersebut, selama dua dasawarsa yang lampau nampak
bahwa masyarakat di negara-negara donor itu sendiri mulai bersikap antipati
terhadap bantuan luar negeri, sehubungan dengan munculnya masalah-masalah domestik
yang serba pelik dirumah mereka sendiri, seperti pengangguran, devisit anggaran
pemerintah, dan masalah ketidakseimbangan neraca pembayaran yang kemudian mulai
mendapatkan perhatian dan prioritas pemerintahan negara-negara maju, diatas
kepentingan politik internasional mereka.
B. PENGERTIAN
SISTEM EKONOMI SOSIALIS
Istilah sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke beberapa
hal yang berhubungan dengan ideologi atau kelompok ideologi, sistem
ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19. Dalam bahasa
Inggris,
istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut Robert Owen pada tahun 1827. Di Perancis,
istilah ini mengacu pada para pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre Leroux dan J. Regnaud. Penggunaan istilah
sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh
berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari
pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad
ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan sistem
ekonomi
menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir
elite.
Pendapat Brinton dalam buku Perkembangan Pemikiran Ekonomi
karya —-Sosialisme oleh sementara orang juga diartikan sebagai bentuk
perekonomian yang pemerintahannya paling kurang bertindak sebagai pihak yang
dipercayai oleh seluruh warga masyarakat. Pemerintah juga sebagai pihak yang
menasionalisasikan industry-industri besar seperti pertambangan, jalan-jalan
dan jembatan, kereta api serta cabang-cabang produksi lain yang menyangkut
hajat hidup orang-orang banyak. Dalam bentuk yang paling lengkap sosialisme
melibatkan semua alat-alat produksi , termasuk yang didalamnya tanah-tanah pertanian
oleh negara dan menghilangkan milik swasta.
C. SISTEM
EKONOMI SOSIALIS (SOSIALISME)
Sistem Ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang seluruh
kegiatan ekonominya direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh pemerintah
secara terpusat. Sistem ekonomi sosialis tidak sama dengan sistem ekonomi
komunis, sosialisme merupakan tahap persiapan ke komunisme.
Faktor-faktor
yang mendorong lahirnya sosialisme :
1. Karena adanya revolusi
industri.
2. Karena bangkitnya kaum
borjuis (majikan) dan kaum proletar (buruh)
3. Munculnya pemikiran-pemikiran
baru yang lebih terpelajar dan lebih rasional terhadap kehidupan manusia dan
masyarakat
4. Adanya tuntutan-tuntutan
berlakunya demokrasi dari hasil Revolusi Perancis
Karl Max merupakan tokoh pengkritik kapitalisme di eropa dan penggugah perlawanan kaum buruh terhadap kapitalisme, juga penulis wacana yang menjadi dasar pembentukan sistem ekonomi social
D. CIRI-CIRI SISTEM
EKONOMI SOSIALIS
1. Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
- Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial,sedang individu-individu fiksi belaka.
- Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.
2.
Peran pemerintah sangat kuat
- Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan.
- Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.
3.
Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
- Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis)
- Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis).
D.
PERBEDAAN SOSIALISME DAN KOMUNISME MENURUT MARX
Marx membedakan fase sosialisme dengan komunisme penuh atau
lengkap. Dalam fase sosialisme, produktivitas masih rendah dan kebutuhan materi
belum terpenuhi secara cukup. Sementara itu dalam fase komunisme penuh
produktivitas sudah tinggi, sehingga semua kebutuhan materi sudah diproduksi
secara cukup. Dengan begitu, perekonomian dapat memenuhi kebtuhan semua anggota
masyarakat secara berkelimpahan.
Tentang
hakikat manusia sebagai produsen dalam fase sosialisme manusia belum cukup
menyesuaikan diri sehingga menjadikan kerja sebagai hakikat dan masih
mementingkan insentif materi untuk bekerja. Pada tahap komunisme, kerja sudah
menjadi hakikat. Semua pekerjaan dikerjakan dengan sukarela, kegembiraan dan
efesien tanpa mengharapkan insentif langsung seperti upah yang merupakan produk
sampingan dari kerja.
Sosialisme
merupakan tahap persiapan ke komunisme. Komunisme merupakan tahap akhir
perkembangan masyarakat (The Six Major Historical Stages): primitive communism
slaery feudalism, capitalism, sosialism dan full communism.
Negara yang menganut sistem ekonomi sosialis
Negara yang menganut sistem ekonomi sosialis
1.
Korea Utara
2.
Kuba
3. Vietnam
4. RRC (sudah mulai mengendur)
3. Vietnam
4. RRC (sudah mulai mengendur)
E.
PRINSIP DASAR SISTEM EKONOMI SOSIALIS
1.
Dalam
sistem ekonomi sosialisme mempunyai beberapa prinsip dasar sebasagai berikut:
Pemilikan Harta oleh Negara Seluruh bentuk produksi dan sumber pendapatan
menjadi milik masyarakat secara keseluruhan. Hak individu untuk memiliki harta
atau memanfaatkan produksi tidak diperbolehkan.
2.
Kesamaan
Ekonomi Sistem ekonomi sosialis menyatakan, (walaupun sulit ditemui disemua
Negara komunis) bahwa hak-hak individu dalam suatu bidang ekonomi ditentukan
oleh prinsip kesamaan. Setiap individu disediakan kebutuhan hidup menurut
keperluan masing-masing.
1.
Disiplin
Politik Untuk mencapai tujuan diatas, keseluruhan Negara diletakkan dibawah
peraturan kaum buruh, yang mengambil alih semua aturan produksi dan distribusi.
Kebebasan ekonomi serta hak kepemilikan harta dihapus. Aturan yang diperlakukan
sangat ketat untuk lebih menggefektifkan praktek sosialisme. Hal ini yang
menunjukkan tanpa adanya upaya yang lebih ketat mengatur kehidupan rakyat, maka
keberlangsungan system sosialis ini tidak akan berlaku ideal sebagaimana
dicita-citakan oleh Marx, Lenin dan Stalin.
F.
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Sosialis
Kelebihan
Sistem Ekonomi Sosialis
- Disediakannya kebutuhan pokok. Setiap warga negara disediakan kebutuhan pokoknya, termasuk makanan dan minuman, pakaian, rumah, kemudahan fasilitas kesehatan, serta tempat dan lain-lain. Setiap individu mendapatkan pekerjaan dan orang yang lemah serta orang yang cacat fisik dan mental berada dalam pengawasan Negara.
- Didasarkan oleh perencanaan Negara. Semua pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan Negara Yang sempurna, diantara produksi dengan penggunaannya. Dengan demikian masalah kelebihan dan kekurangan dalam produksi seperti yang berlaku dalam System Ekonomi Kapitalis tidak akan terjadi.
- Produksi dikelola oleh Negara. Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh Negara, sedangkan keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan-kepentingan Negara.
- Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
- Pasar barang dalam negeri berjalan lancer
- Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
- Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
- Jarang terjadi krisis ekonomi
Kelemahan
Sistem Ekonomi Sosialis
- Sulit melakukan transaksi. Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oelh pemerintah, oelh karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oelh mekanisme pasar.
- Membatasi kebebasan. Sistem tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti mesin.
- Mengabaikan pendidikan moral. Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidika moral individu diabaikan. Dengan demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagi.
G.
SISTEM EKONOMI KOMUNISME
Sistem perekonomian komunisme, kita dapati pada berbagai
negara seperti di Rusia dan RRC. Dalam sistem perekonomian komunis peranan
pasar untuk menentukan arah produksi hampir tidak ada. Bila sistem perekonomian
kapitalisme dapat kita sebut ekonomi pasar, maka sistem ekonomi komunis adalah
ekonomi perintah, yang bersifat totaliter dengan putusan-putusan ekonomi di
buat oleh pusat.
Dalam
sistem perekonomian komunis negaaralah yang menerangkan atau menetapkan pada orang-orang
perseorangan:
- Dimana harus bekerja
- Pekerjaan apa yang harus dipilih
- Apa yang harus dimakan
- Apa yang harus dihasilkan
- Berapa tinggi harga harus di tetapkan
- Bagaimana menanam modal simpanan
Gambaran sistem perekonomian komunis nampak dengan jelas
dengan praktek ekonomi di Rusia. Untuk jelasnya kita kutip pendapat beberapa
sarjana.
Menurut Dr. Muhammad Hatta sistem perekonomian Rusia itu
merupakan suatu perekonomian totaliter yang dikuasai sama sekali oleh negara.
Seluruh perekonomian dipimpin dari pusat menurut rencana. Produksi, konsumsi,
dan distribusi di atur dengan peraturan dan tidak ada tempat private
enterprise. Konkurensi tidak ada, hanya dengan perlombaan bekerja untuk
memperoleh sistem dan hasil terbaik.
Lebih
tegas lagi mengenai sistem perekonomian ini, adalah uraian yang diberikan oleh
Dr. Mr. T.S.G. Mulia, mengenai dasarnya yaitu:
- Hak milik seseorang dihapuskan. Tanah-tanah, perusahaan, peternakan, perniagaan dengan lain kata semua alat-alat produksi jadi milik negara atau pemerintah. Yang tinggal milik sendiri hanya pakaian, perabot-perabot, upah, gaji dan untuk anggota Kolchos (koperasi yang di dirikan dalam hampir segala lapangan ekonomi )
- Rumah yang didiaminya juga: yang menentukan rupa kerja untuk tiap-tiap orang dan membagi kerja ialah pemerintah. Seorang tidak diperbolehkan memilih pekerjaannya
- Segala lapangan ekonomi dikuasai oleh pemerintah dan diatur menurut rencana yang ditetapkan untuk beberapa tahun, biasanya untuk 5 tahun.
- Industri merupakan suatu perusahan besar yang melingkungi seluruh negara dan dikemudikan oleh pemerintah dengan alat-alatnya. Persediaan, cara menghasilkan, memutar dan mengedarkan barang-barang, dilakukan oleh pemerintah sendiri.
- Perniagaan dalam negeri diurus oleh koperasi-koperasi yang mempunyai tokoh-tokoh besar, pasar-pasar tidak ada, begitupun golongan perantara. Hanya dikampung-kampung diperbolehkan tukar-menukar dengan langsung yaitu diantara orang-orang yang menghasilkan dan yang membutuhkan.
- Perniagaan luar negeri dirus oleh pemerintah sendiri dengan pimpinan komisaris rakyat untuk urusan itu. Dinegara-negara luar ditempatkan pegawai-pegawai urusan dagang yang meberikan perantaraan dalam hal menjual dan membelibarang ekspor dan impor diatur dengan teliti dan diawasi dengan jalan keras.
- Pengangkutan di darat, dilaut dan di udara, semuanya kepunyaan pemerintah.
Bila
kita teliti uraian-uraian itu maka hal yang sangat kontras antara sistem
komunisme dan sistem kapitalisme ialah:
- Hak milik atas alat-alat produksi
- Persaingan.
Sistem ekonomi sosialis/komunis
mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1.
Semua
sumber daya ekonomi dimiliki dan dikuasai oleh negara.
2.
Seluruh
kegiatan ekonomi harus diusahakan bersama. Semua perusahaan milik negara sehingga tidak ada perusahaan swasta.
3.
Segala
keputusan mengenai jumlah dan jenis barang ditentukan oleh pemerintah.
4.
Harga-harga
dan penyaluran barang dikendalikan oleh negara.
5.
Semua
warga masyarakat adalah karyawan bagi negara.
Seperti halnya sistem ekonomi
kapitalis, sistem ekonomi sosialis/komunis juga mempunyai kelebihan dan
kekurangan.
Kelebihan
sistem ekonomi sosialis/komunis
1. Semua kegiatan dan masalah
ekonomi dikendalikan pemerintah sehingga pemerintah
mudah melakukan pengawasan terhadap jalannya perekonomian.
2. Tidak ada kesenjangan ekonomi
antara si kaya dan si miskin, karena distribusi pemerintah dapat dilakukan
dengan merata.
3. Pemerintah bisa lebih mudah
melakukan pengaturan terhadap barang dan jasa yang akan diproduksi sesuai
dengan kebutuhan masyarakat.
4. Pemerintah lebih mudah ikut
campur dalam pembentukan harga.
Kekurangan sistem ekonomi
sosialis/komunis.
1. Mematikan kreativitas dan
inovasi setiap individu.
2. Tidak ada kebebasan untuk
memiliki sumber daya.
3. Kurang adanya variasi dalam
memproduksi barang, karena hanya terbatas pada ketentuan pemerintah.
H.
SISTEM EKONOMI DEMOKRASI/PANCASILA
Sistem Ekonomi Demokrasi / Pancasila Dasar hukumnya adalah : UUD 1945 dan GBHN Tata konomi Pancasila adalah : suatu tata ekonomi yang dijiwai ideologi Pancasila, suatu tata ekonomi nasional yang merupakan usaha bersama dan berazaskan kekeluargaan dan ke gotong royongan dibawah pimpinan pemerintah Ciri utama sistem ekonomi Pancasila :
1.
Perkoperasian
sebagai soko guru perekonomian
2.
Roda
perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomis dan juga oleh pertimbangan
sosial dan moral
3.
Pemerataan
sebagi perwujudan solidarita dan nasionalisme
4.
Adanya
perimbangan yang jelas antara perencanaan di tingkat nasional dan
desentralisasi
5.
Peranan
negara penting tapi tidak dominan
6.
Sistem
ekonomi tidak didominasi oleh modal tapi atas asa kekeluargaan
7.
Produksi
dikerjakan oleh semua, untuk semua, dibawah pengawasan anggota masyarakat
8.
Negara
menguasai bumi, air, kekayaan alam, yang terkandung dalam bumi.
yang harus dihindarkan dalam demokrasi ekonomi pancasila :
1.
Sistem
ekonomi liberal yang mengeksploitasi dan menindas
2.
Sistem
ekonomi komando yang dikuasai oleh pemerintah
3.
Persaingan
tidak sehat ( pemusatan ekonomi pada satu kelompok / monopoli yang merugikan
masyarakat ).
Dalam sistem ekonomi pancasila, perekonomian liberal maupun
komando harus dijauhkan karena terbukti hanya menyengsarakan kaum yang lemah
serta mematikan kreatifitas yang potensial. Persaingan usaha pun harus selalu
terus-menerus diawasi pemerintah agar tidak merugikan pihak-pihak yang
berkaitan.
H. CIRI-CIRI SYSTEM EKONOMI PANCASILA
1. Peranan
negara penting tetapi tidak dominan dan dicegah tumbuhnya system komando.
Peranan swasta juga penting, tetapi tidak dominan, dan dicegah tumbuhnya sistem
liberal. Dalam sistem ekonomi Pancasila usaha negara dan swasta tumbuh berdampingan
secara berimbang.
2. Perekonomian
tidak didominasi oleh modal dan buruh, melainkan berdasarkan atas asas
kekeluargaan.
3. Masyarakat memegang peranan penting karena
produksi dikerjakan oleh masyarakat untuk masyarakat di bawah pimpinan dan pengawasan
anggota masyarakat.
4. Negara menguasai bumi, air, dan kekayaan alam
yang terkandung di dalamnya.
|
Ciri-ciri positif
|
Ciri-ciri negatif
|
|
1.
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
|
1.
Sistem free fight liberalism (sistem persaingan bebas yang saling
menghancurkan).
|
|
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup
orang banyak dikuasai oleh negara.
|
2.
Sistem terpusat, yang dapat mematikan potensi, kreasi, dan inisiatif warga
masyarakat.
|
|
3.
Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, sebagai pokokpokok
kemakmuran rakyat dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesarbesarnya untuk
kemakmuran rakyat.
|
3.
Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli
yang
merugikan masyarakat.
|
|
4.
Sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan lembaga
perwakilan rakyat dan pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga
perwakilan rakyat.
|
|
|
5.
Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki
serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan.
|
|
|
6.
Hak milik perseorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan
dengan kepentingan masyarakat.
|
|
|
7.
Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan
sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
|
|
|
8.
Fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara.
|
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
KESIMPULAN
1.
Sistem
Ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya
direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat.
Faktor-faktor yang mendorong lahirnya sosialisme.
Faktor-faktor yang mendorong lahirnya sosialisme.
2.
Pemikiran-pemikiran
ekonomi beraliran sosialis secara garis besar dapat dipilih atas tiga kelompok:
- Dari kelompok pemikir sebelum Marx
- Pandangan Marx dan Engels
- Kelompok pemikir sosialis sesudah Marx
3. Ciri –
ciri sistem ekonomi sosialis :
- Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
- Peran pemerintah sangat kuat
- Lebih mengutamakan kebersamaan ( kolektivisme )
- Kelebihan dan kebaikan sistem ekonomi sosialis :
- Disediakannya kebutuhan pokok
- Didasarkan oleh perencanaan Negara
- Produksi dikelola oleh Negara
- Kelemahan sistem ekonomi sosialis
- Mengabaikan pendidikan moral
- Membatasi kebebasan
- Sulit melakukan transaksi
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Munawir. 2011. Pengaruh
Tinjauan Luar Negeri dan Surat Berharga Negara Terhadap
Caporaso,A.James.2008.Teori Teori Ekonomi Politik.Yogyakarta:Pustaka
Pelajar.
Deliarnov.2005.Perkembangan Pemikiran Ekonomi.Jakarta:Grafindo
Grosmann, Gregory. 2001. Sistem-Sistem Ekonomi. Jakarta: Bumi
Aksara.
http://mariskanovelia.blogspot.com/2013/05/ciri-ciri-kelebihan-dan-kekurangan.html